Tidak semua orang ternyata bisa melupakan dengan mudah apa yang telah dilewatinya di masa lalu, apalagi jika sudah menyangkut moment-moment tertentu. Seperti masa-masa dengan pacar misalnya, atau dengan teman-teman sepergaulan. Namun disamping itu semua, mungkin ada satu hal yang kadang membuat kita merasa rindu untuk mengulangnya lagi, yaitu masa kecil. Berbicara tentang masa kecil tentulah sangat beragam dan berbeda latar belakang. Saya melewati masa kecil itu dengan normal atau biasa-biasa saja layaknya anak-anak yang lain. Tempat favorit saya mengisi hari-hari bersama teman sepergaulan adalah sungai, (maklum…wong ndeso). Kami melewatinya sepanjang hari dengan bermain air, mandi, mencari ikan dengan jaring ataupun sekedar melepas hasrat bermain kami. Dulu, di kampung saya ada sebuah permainan yang sangat unik menurut manusia generasi sekarang. Permainan itu sangatlah sederhana hanya dengan menepuk-nepuk kedua telapak tangan ke air, kemudian menghasilkan sebuah bunyi layaknya orang yang sedang memukul gong. “Pung-pak-pung…”, kira-kira seperti itulah bunyinya, Cuma nama dari permainan itu yang mungkin agak unik kedengaranya,“Ciblon”….itulah nama permainannya. Permainan yang diturunkan dari orang-orang tua kami dahulu, ..ada-ada saja..!!. Bermain gundu, bermain gambar atau “Aburan” juga merupakan bagian dari masa kecil saya .Selain itu, sebagai laki-laki tentunya tak bisa lepas dari sepak bola. Ya….setiap sore kami menghabiskan waktu dengan bermain bola di lapangan bertelanjang kaki atau biasa disebut “Nyeker”. Kemudian ketika malam hari tiba, kami biasanya melewatinya dengan permainan favorit yaitu “Petak Umpet” serta “Ceketheng” (sejenis permainan seperti silat namun siapa yang berhasil memegang kepala atau kaki lawannya, dialah yang menang dan biasanya permainan ini dilakukan dengan membentuk 2 kelompok,). Dan nampaknya, permainan “Ceketheng” ini adalah permainan terfavorit khususnya bagi anak laki-laki, sebelum akhirnya kami kelelahan dan langsung merebahkan diri di tempat tidur hingga lupa kewajiban sebagai seorang pelajar.
Seperti itulah saya melewati masa-masa kecil dengan penuh kegembiraan tanpa sedikitpun merasa ada beban. Memang, banyak orang yang menganggap masa kecil adalah saat yang terindah dalam hidup mereka. Polos, lugu, bersih dan suci serta keingin tahuan akan segala sesuatu adalah sifat anak-anak seperti kita waktu itu. Tak heran, banyak orang yang mengeksprisikan kerinduan akan masa itu dengan berbagai atribut masing-masing. Lewat lukisan, puisi, karya seni ataupun syair yang dijadikan lagu bagi mereka para musisi. Seperti dalam lagu “Karang” milik group band Slank ataupun “Masa Bahagia” dari Power Slaves . Semua itu tak lepas dari kerinduan masing-masing akan masa-masa bahagia saat masih menjadi anak-anak.
Luar biasa memang jika kita ingat sejenak masa bahagia itu kembali.
Lantas, seperti apa kira-kira anda melewati masa kecil dulu?

9 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
April 2, 2007 pada 12:20 pm
medon
jika sampeyan punya anak cowo bagus juga di panggil “Ciblon” setara dengan “podjlenk”. btw masa kecil ya.. cari kepiting di selokan, dari depan RRI bandung hingga selokan makam Pahlawan. jauh lo itu.. sesampainya di makam pahlawan kepiting yg didapat dibuang, sebab takut kena semprot ortu.
April 2, 2007 pada 1:03 pm
renggo
maen gundu, layang-layang, udah jadi santapan makan siang pulang sekolah beda sama sekarang siang, malem, pagi yang dipegang bukan gundu, bukan layang-layang singit, tapi nyekek botol sampe nungging dikamar mandi….. he…he…
April 2, 2007 pada 3:57 pm
Sdickyn
Masa kecil emang membahagiakan sekaligus merepotkan n menyusahkan orang tua, orang di jalan dan orang-orangan, wkek wkek wkek….
Makanya dah seharusnyalah kita hormati dan bantu ortu kita, ya kan ?
April 3, 2007 pada 3:25 am
rosoul
hehe..menggelikan kl inget masa lalu..,inget waktu lagi cari belut di kampung..karna kesal nunggu lama ga dapet-dapet ada satu di lobang seperti kepala yang menyerupai belut, ga di pancing langsung aku tangkap masuk dalam lumpur eh ternyata ular sawah..item pekat banget,,takut bukan main..,hehe,,tapi bagaimana pun masa lalu adalah sejarah..bisa menjadi pengalaman dan proses belajar kita.,mungkin..
April 3, 2007 pada 11:20 am
Sinyo
Masa kecil memang susah untuk di lupakan,namun kadang 2 kita ingin melupakannya karena faktor 2 tertentu.Masa kecil buatku sangat indah untuk di rasakan apalagi ketika melekukan banyak permainan yang sangat menyenangkan,yang pernah dilakukan oleh anda dan juga temen 2 anda.
sewaktu kecil aku banyak melakukan banyak permainan,namun saat ini aku ga bisa cerita, maaf ya……kenanglah terus masa bahagia anda bung,dan jangan penah terlupakan…
April 26, 2007 pada 4:31 am
arisuke
Wahh, bagus bgt blognya. Thnx dah mmpir blogku
Salam kenal semua
April 30, 2007 pada 6:50 am
agil
Om Podjlenk,
)…
1. Salam kenal ya.. kaenya sering kontak via telp aja, baru sekarang bisa mampir di ‘rumah’nya nih…
2. Postingan yang ini bagus.. bikin gil juga melayang ke tiga puluhan tahun plus plus yang silam (tuh ketauan deh btp tw nya si agil
3. waktu gil kecil yang paling doyan gil lakuin adalah jalan-jalan ke sawahnya Mbah Kakung, cari belalang hingga belajar pake ani2… dari yang hobinya ngerendem di kali sampe baca komik di mana aja… mau di sawah, di atas motor waktu di bonceng bapak, sampe tiduran di lantai yang adem… Pake kacamata minus dari kelas dua SD, terus di ledekin kayak john lenon sampe nangis karena malu hati… hehehe
4. Maenan yang dulu gil suka lompat tali, tapi kenapa ya kok nggak tinggi2 badannya si agil??? ada yang salah kah???
April 30, 2007 pada 3:13 pm
medon
Agil: mungkin ada pantrangan yg dilanggar tuh, makanya badannya gak tinggi-tinggi
emang tingginya sebrapa mpok?!
Mei 1, 2007 pada 4:50 am
gani
emang, simas satu ini pernah ngalamin masa kecil? setahu saya simas tau tau udah segede gini aja.